Selasa, 01 Juli 2014

Seberapa Banyak

Assalamualaikum sobat..
Dalam baris pertama, aku menyesal baru satu setengah tahun yang lalu menggunakan kerudung dengan konsisten. Lucu sekali memang, aku menyatakan bahwa agamaku Islam dan aku seorang muslimah. Padahal hingga setahun yang lalu, aku baru menjalankan kewajibanku untuk menutup aurat. Itu hanya tentang menutup aurat, bukan berpakaian sesuai yang Allah serukan. Betapa sedih dan menyesalnya aku mengingat itu. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang diriku sendiri dalam berpakaian, meskipun terkadang merasa malu karena pakaian yang sedikit terbentuk badan karena angin -__-

Aku ingat, dulu aku sangat anti memakai jilbab dengan alasan panas dan ribet. Dan sekarang aku malu jika aku pikir sekarang. meski aku berkerudung dan berjilbab, sifat dan perilaku diriku tidak selalu baik. Bukan karena manusia pasti melakukan kesalahan, tapi karna aku memilih yang buruk dari pilihan Allah yang baik atau buruk. Lucu sekali memang jika itu dipikirkan. Padahal sejak aku sudah menjadi gumpalan darah berjilbab sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslimah. Sejak Kelas 1 SMP berumur 12 aku sudah dikatakan baligh karna aku sudah menstruasi, sedangkan aku memakai jilbab berumur 16 tahun lebih. Aku tidak bisa membayangkan seberapa banyak dosaku tentang satu perkara, yaitu menutup aurat. Belum perkara perkara yang lain.  Innalillahi…

Padahal satu helai rambut sama dengan satu dosa, jika dimisalkan rambut yang ada dikepala kita 4000, maka dosa kita sebanyak rambut kita yang dilihat oleh laki laki yang bukan muhrim kita. itu hanya satu orang, jika orang itu lebih dari satu sudah berapa ribu dosa kita setiap harinya.  Innalillahi…

Nih surat tentang seruhan bagi muslimah untuk memakai jilbab
يَا أيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”    (Q.S. Al-Ahzab: 59)

إِلالِبُعُولَتِهِنَّ أَوْآبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْأَبْنَائِهِنَّ أَوْأَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيإِخْوَانِهِنَّأَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَامَلَكَتْأَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ 
Aku pernah mengalami hal yang buruk, dan tentu aku tidak ingin ada yang sepertiku. Sebelum terlambat, mari kita benar benar belajar menjadi seorang hamba yang memiliki agama Islam, bukan hanya sebagai status saja…
Mari kita mengubah diri menjadi lebih baik, hidup itu pilihan lho, to be good or better ^_^

Barakallah Ukhti :)


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar